
Pemalang, yc2tfb.net – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ORARI ke-58 pada Kamis, 9 Juli 2026, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Pemalang kembali menunjukkan perannya dalam mendukung tugas kemanusiaan. Melalui keterlibatannya di Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan Kabupaten Pemalang Tahun 2026, ORARI dipercaya menjadi bagian dari Bidang Data dan Informasi.
Keikutsertaan ORARI dalam struktur Pos Komando tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Bupati Pemalang Nomor 100.3.3.2/192 Tahun 2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan yang berlaku sejak 1 hingga 31 Juli 2026. Operasi penanganan darurat ini mencakup tujuh kecamatan, yakni Pulosari, Belik, Warungpring, Bodeh, Watukumpul, Randudongkal, dan Bantarbolang, dengan jumlah warga terdampak mencapai 93.357 jiwa.
Dalam struktur organisasi Pos Komando, Bidang Data dan Informasi dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pemalang, dengan Ketua ORARI Pemalang sebagai salah satu anggota bersama unsur BPBD. Bidang ini memiliki tanggung jawab menghimpun data dan informasi bencana, menyampaikan informasi penanganan darurat kepada masyarakat, menyebarluaskan informasi mengenai bahaya dan langkah-langkah pencegahan, serta berkoordinasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan relawan dalam mendukung penanggulangan bencana.
Menjaga Jalur Komunikasi Darurat
Peran utama ORARI dalam operasi ini adalah memastikan komunikasi tetap berjalan ketika jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan. Untuk itu, ORARI mengoperasikan Repeater ORARI YH2BBR pada frekuensi 146.800 MHz sebagai jalur komunikasi darurat yang menghubungkan Posko Utama dengan wilayah terdampak.
Keberadaan repeater tersebut menjadi jalur komunikasi cadangan apabila layanan telepon seluler maupun internet mengalami kendala, sehingga koordinasi antarpetugas di lapangan tetap dapat berlangsung tanpa hambatan.
Selain menjaga jaringan komunikasi radio, ORARI juga membantu penyampaian Laporan Situasi (Lapsit) harian dari Posko Kecamatan menuju Posko Utama yang berada di Kantor BPBD Kabupaten Pemalang, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 02, Kebondalem, Pemalang. Laporan tersebut diterbitkan setiap pukul 18.00 WIB sebagai dasar evaluasi dan perencanaan operasi pada hari berikutnya.
Mendukung Distribusi Air Bersih
Dalam pelaksanaan operasi tanggap darurat, ORARI juga berperan sebagai penghubung komunikasi antara Bidang Operasi yang bertugas mendistribusikan air bersih dengan Posko Utama. Melalui komunikasi radio, perkembangan distribusi air dapat dipantau secara real time sehingga kendala di lapangan dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.
Selain itu, ORARI turut membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat, antara lain mengenai prakiraan cuaca dari BMKG, jadwal dropping air bersih, serta informasi penting lainnya yang berkaitan dengan penanganan kekeringan.
Komunikasi Andal untuk Pelayanan Kemanusiaan
Operasi Penanganan Darurat Kekeringan Kabupaten Pemalang menerapkan sistem pelaporan berjenjang mulai dari tingkat dusun dan desa, Posko Kecamatan, hingga Posko Utama Kabupaten. Dalam sistem tersebut, radio komunikasi VHF/HF menjadi salah satu sarana utama yang melengkapi komunikasi digital sehingga koordinasi tetap berjalan meskipun terjadi gangguan listrik maupun jaringan internet.
Keterlibatan ORARI dalam operasi kemanusiaan ini kembali menegaskan bahwa amatir radio tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi hobi, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung komunikasi darurat pada saat terjadi bencana.
Momentum HUT ORARI ke-58 menjadi bukti nyata bahwa semangat pengabdian para anggota ORARI terus diwujudkan melalui pelayanan kepada masyarakat. Di Kabupaten Pemalang, ORARI Pemalang hadir sebagai tulang punggung komunikasi darurat, memastikan koordinasi penanganan kekeringan di tujuh kecamatan tetap berjalan lancar demi membantu ribuan warga yang terdampak musim kemarau panjang.(2TFB)


Kontributor: Dwi Sulistyawan, YD2KFP
Wakil Ketua ORARI Lokal Kabupaten Pemalang



