
BANYUMAS – ORARI Lokal Kabupaten Banyumas menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesiapsiagaan bencana dengan menerjunkan 23 anggota dalam Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Banyumas Tahun 2026, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bendung Gerak Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, ini diselenggarakan oleh BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kehadiran ORARI menjadi bagian dari sinergi lintas sektor untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana.
23 Anggota ORARI Banyumas Ikut Ambil Bagian
Sebanyak 23 anggota ORARI Lokal Banyumas mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka dikoordinasikan oleh Koordinator Bidang Teknik ORARI, Eko YC2TKI.
Anggota yang hadir terdiri atas YD2TKI, YG2AZT, YD2OCK, YD2ICB, YG2BOR, YC2OCL, YC2ROR, YG2AZL, YD2FDA, YD2RLO, YG2BJK, YG2BJI, YD2AHU, YD2RNM, YC2TKB, YD2AIJ, YC2BCK, YD2CZM, YD2DBH, YD2AFT, YD2CZS, YG2AUT, dan YC2PHE.
Partisipasi ini menjadi wujud dukungan komunitas amatir radio terhadap upaya pemerintah dan berbagai unsur relawan dalam meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Libatkan 700 Personel dari 58 Instansi
Apel kesiapsiagaan tersebut melibatkan sekitar 700 personel dari 58 instansi, lembaga, dan komunitas relawan. Sejumlah kegiatan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memeriksa kelengkapan sarana penanggulangan bencana.
Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan pasukan dan peralatan, penyalaan sirine, pelepasan armada tangki air bersih, serta simulasi penyelamatan korban di air atau water rescue.
Melalui kegiatan ini, setiap unsur yang terlibat diharapkan semakin siap menjalankan perannya ketika bencana terjadi, mulai dari koordinasi antarpihak hingga pelaksanaan tindakan penyelamatan di lapangan.
Komunikasi Radio, Unsur Penting dalam Situasi Darurat
Bagi ORARI, kesiapsiagaan bencana tidak terlepas dari pentingnya komunikasi yang andal. Dalam kondisi darurat, komunikasi radio dapat mendukung koordinasi petugas, mempercepat penyampaian informasi, serta membantu kelancaran operasi ketika sarana komunikasi lainnya mengalami gangguan atau tidak dapat digunakan.
Kehadiran anggota ORARI dalam apel ini sekaligus menegaskan peran komunitas amatir radio sebagai bagian dari potensi komunikasi yang dapat mendukung penanggulangan bencana sesuai kebutuhan dan koordinasi dengan pihak berwenang.
Kesiapan personel, keterampilan komunikasi, dan kerja sama lintas sektor menjadi unsur penting untuk membantu mengurangi risiko serta melindungi masyarakat yang terdampak bencana.
Bersama Membangun Banyumas yang Tangguh
Mengusung semangat “Tangguh Menghadapi Bencana” dan “Bersama, Siap, Tangguh Mengurangi Risiko Bencana”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar apel atau kelengkapan peralatan. Lebih dari itu, kesiapsiagaan membutuhkan komitmen, kepedulian, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Partisipasi ORARI Lokal Banyumas diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah, BPBD, serta komunitas relawan dalam mendukung kesiapan komunikasi pada situasi kebencanaan.
ORARI hadir, komunikasi diperkuat, kesiapsiagaan ditingkatkan. Bersama seluruh unsur terkait, ORARI Lokal Banyumas turut mengambil bagian dalam ikhtiar menjaga keselamatan masyarakat dan mewujudkan Banyumas yang lebih tangguh menghadapi bencana.
Kontributor: Djarmanto – YF2DOI
YC2TFB DOT NET REPORTING



