
PEMALANG, yc2tfb.net – Sebagai bentuk komitmen dalam aksi kemanusiaan dan mitigasi bencana, ORARI Lokal Kabupaten Pemalang menghadiri undangan penting dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang. Kegiatan bertajuk Gladi Ruang / Table Top Exercise (TTX) Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Erupsi Gunung Slamet ini digelar pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kegiatan simulasi berskala besar ini berpusat di GOR Desa Cikendung, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Langkah taktis ini diambil pemerintah daerah bersama seluruh elemen terkait mengingat posisi geografis wilayah Kecamatan Pulosari dan Moga yang berada di kawasan rawan terdampak aktivitas vulkanik Gunung Slamet.
Dalam forum krusial tersebut, ORARI Lokal Kabupaten Pemalang diwakili secara resmi oleh Wakil Ketua, DWI SULISTYAWAN – YD2KFP.
Peran Strategis Anggota ORARI dalam Manajemen Latihan
Pelaksanaan Gladi Ruang ini berjalan secara sistematis dengan melibatkan figur-figur berpengalaman di bidang kebencanaan dan komunikasi radio guna mengawal jalannya skenario simulasi. Beberapa nama yang memegang posisi kunci dalam manajemen latihan ini antara lain:
Pengendali Latihan: Dipercayakan kepada RONNY SETYAWAN – YG2BYH dari pihak BPBD Bidang 1, yang bertugas mengontrol dinamika alur skenario penanganan darurat dari awal hingga akhir.
Fasilitator: Dipandu oleh R. ABDULLAH MUSA YG2BKE, yang juga merupakan Staf Ahli ORARI Daerah (ORDA) Jawa Tengah, bertugas memfasilitasi jalannya diskusi interaktif antar-instansi agar penyusunan strategi evakuasi berjalan taktis.
Observer dan Evaluator: Diemban langsung oleh DWI SULISTYAWAN – YD2KFP, yang bertugas mengamati, mencatat, sekaligus mengevaluasi respon serta kesiapan tiap-tiap pos sektor selama simulasi berlangsung.
Sinergi Lintas Sektoral dan Validasi Data
Gladi Ruang yang diinisiasi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, S.E., M.M., ini mewajibkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi, dan organisasi kemanusiaan untuk mengirimkan dua orang peserta sebagai perwakilan tim teknis.
Fokus utama dalam TTX Erupsi Gunung Slamet ini adalah mematangkan skenario evakuasi, manajemen logistik, serta validasi data kependudukan secara riil. Dalam pelaksanaannya:
Disdukcatpil dan pihak Kecamatan membawa data agregat jumlah penduduk untuk wilayah terdampak utama, meliputi Desa Penakir, Gunungsari, Batursari, Clekatakan, Jurangmangu, Gambuhan (Kecamatan Pulosari), dan Desa Sima (Kecamatan Moga).
Pemerintah Desa yang hadir membawa rincian data penduduk per dusun, yang dipetakan berdasarkan kelompok usia serta kelompok rentan (seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas) guna mempermudah prioritas penyelamatan.
Menguji Rantai Komunikasi Darurat
Skenario gladi ruang ini melibatkan setidaknya 62 unsur strategis di Kabupaten Pemalang. Mulai dari jajaran TNI/Polri (Kapolsek dan Danramil Pulosari), dinas teknis (Dinkes, Dinsos, DPUPR), Basarnas, PMI, hingga puluhan organisasi relawan, kebencanaan, dan kepemudaan seperti RAPI, MDMC, LPBI-NU, Bagana, Ubaloka, serta Pemalang Rescue.
Di tengah kepungan puluhan instansi dan organisasi tersebut, keterlibatan ORARI Lokal Kabupaten Pemalang memegang peranan yang sangat vital. Jika terjadi erupsi, infrastruktur komunikasi publik berbasis seluler dan internet berpotensi besar mengalami kelumpuhan akibat kerusakan fisik maupun gangguan abu vulkanik.
Melalui mandat Dukungan Komunikasi (Dukom) radio, ORARI menyiapkan jalur alternatif point-to-point guna memastikan instruksi evakuasi, pembaruan status gunung, dan koordinasi logistik dari posko utama ke titik-titik pengungsian di lapangan dapat terus mengalir tanpa hambatan.
Partisipasi aktif para amatir radio lokal dalam manajemen latihan maupun sebagai peserta di TTX ini membuktikan bahwa ORARI Lokal Kabupaten Pemalang tidak hanya siap di balik perangkat radio, namun juga matang secara konsep strategis dan sinergi operasional bersama BPBD serta seluruh elemen kebencanaan di Kabupaten Pemalang. (/2TFB)






