
Semarang, 6 Juli 2026 – Kerja sama antara ORARI Daerah Jateng dan Balmon Semarang menjadi salah satu topik bahasan dalam Forum Konsultasi Publik Reviu Standar Pelayanan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Kelas I Semarang, Senin (6/7/2026). Forum yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini digelar langsung di Kantor Balmon SFR Kelas I Semarang.
Forum ini menjadi wadah dialog antara Balmon Semarang dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperoleh masukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pengelolaan spektrum frekuensi radio, sertifikasi operator radio, dan layanan perizinan.
Berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan instansi pemerintah, operator telekomunikasi, lembaga penyiaran, akademisi, organisasi masyarakat, komunitas pengguna spektrum frekuensi radio, serta ORARI Daerah Jawa Tengah.
Mewakili Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah yang berhalangan hadir, forum dihadiri oleh Wakil Sekretaris ORARI Daerah Jawa Tengah, Budi Santosa (YC2BJE) dan Kepala Bidang Operasi dan Teknik, Agus Wulantoro (YB2CYA).
ORARI Apresiasi Pelayanan Balmon Semarang
Dalam sesi konsultasi publik, ORARI Daerah Jawa Tengah menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang selama ini diberikan Balmon SFR Kelas I Semarang, khususnya dalam penyelenggaraan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR).
Menurut perwakilan ORARI, proses pelayanan UNAR dinilai semakin baik, mudah diakses, serta memberikan kemudahan bagi calon maupun anggota amatir radio yang mengurus administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Penilaian tersebut sejalan dengan standar pelayanan Balmon Semarang yang mengatur bahwa penyelenggaraan UNAR dilaksanakan melalui sistem e-Licensing dan Computer Assisted Test (CAT), dengan hasil ujian dapat diketahui pada hari yang sama serta tanpa dipungut biaya.
Apresiasi tersebut menjadi salah satu masukan positif dalam proses reviu standar pelayanan yang dilakukan Balmon Semarang sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Usulan Peningkatan Sosialisasi
Selain menerima apresiasi, forum juga menjadi sarana penyampaian berbagai usulan konstruktif dari peserta.
Salah satunya disampaikan oleh Dwi Sulistyawan (YD2KFP) yang hadir mewakili unsur relawan kebencanaan. Menurutnya, pelayanan Balmon Semarang sudah berjalan sangat baik, namun sosialisasi kepada masyarakat masih dapat diperluas.
Ia mengusulkan agar Balmon tidak hanya mengandalkan media sosial sebagai sarana publikasi, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung, khususnya pelajar, mahasiswa, komunitas, dan relawan melalui kegiatan edukatif seperti lomba pembuatan konten kreatif mengenai tugas dan fungsi Balmon.
Menurutnya, konsep lomba berbasis media sosial dapat menjadi media edukasi yang efektif karena setiap peserta akan turut menyebarluaskan informasi kepada lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, masyarakat akan semakin mengenal pentingnya penggunaan spektrum frekuensi radio secara tertib, prosedur perizinan, serta berbagai layanan Balmon yang dapat diakses tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan.
Usulan Penguatan Frekuensi Tanggap Darurat
Masukan lain yang disampaikan berkaitan dengan komunikasi kebencanaan. Dwi Sulistyawan mengusulkan agar pemerintah melakukan kajian terhadap alokasi frekuensi komunikasi untuk penanganan bencana. Menurutnya, alokasi frekuensi yang tersedia saat ini dinilai masih terbatas apabila terjadi bencana berskala besar yang melibatkan banyak unsur penanganan di lapangan.
Dengan tersedianya alokasi frekuensi yang lebih memadai, koordinasi antarinstansi, relawan, organisasi komunikasi radio, serta unsur penanganan bencana diharapkan dapat berlangsung lebih efektif ketika menghadapi kondisi darurat.

Memperkuat Sinergi
Forum Konsultasi Publik ini menjadi bagian dari komitmen Balmon SFR Kelas I Semarang dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui keterlibatan para pemangku kepentingan.
Forum Konsultasi Publik ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang telekomunikasi, penyiaran, keselamatan, pendidikan, organisasi profesi, serta masyarakat. Di antaranya perwakilan TVRI Stasiun Jawa Tengah, BMKG, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) Cabang Semarang, PT Telkomsel Area Jawa Tengah, UPT Pelatihan Kelautan Universitas Maritim (UNIMAR) AMNI Semarang, PRSSNI Jawa Tengah, ORARI Daerah Jawa Tengah, Departemen Informatika Universitas Diponegoro, Pemerintah Desa Asemdoyong Kabupaten Pemalang, serta Forum Relawan Jawa Tengah yang diwakili oleh Dwi Sulistyawan (YD2KFP). Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pengelolaan spektrum frekuensi radio.
Bagi ORARI Daerah Jawa Tengah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan Balmon Semarang sebagai mitra strategis dalam pembinaan kegiatan amatir radio, penyelenggaraan UNAR, pengelolaan spektrum frekuensi radio, serta peningkatan literasi masyarakat mengenai penggunaan frekuensi radio yang tertib dan sesuai regulasi.(2TFB)
Kontributor: Dwi Sulistyawan (YD2KFP)



