
BANYUMAS – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XII ORARI pada 20–22 November 2026 di Bengkulu, seluruh anggota, panitia, peserta, pengurus, dan pihak terkait diajak menjadikan forum tertinggi organisasi ini sebagai momentum memperkuat persatuan dan persaudaraan, memperbaiki tata kelola, serta menjaga masa depan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
Munas bukan sekadar forum untuk memilih Ketua Umum dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Lebih dari itu, Munas menjadi kesempatan penting untuk membahas penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), peraturan dan tata kelola organisasi, serta menuntaskan berbagai pekerjaan rumah (PR) organisasi, termasuk persoalan aset dan administrasi.
Seluruh persoalan tersebut perlu diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sah, transparan, dan bertanggung jawab.
Sebagai organisasi yang berdiri sejak 9 Juli 1968 dan kini telah berusia 58 tahun, ORARI merupakan rumah besar bagi anggota amatir radio lintas generasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
ORARI juga memiliki peran strategis dalam mendukung komunikasi radio untuk kepentingan nasional, terutama ketika terjadi kondisi darurat, bencana, maupun kegiatan kemanusiaan.
Karena itu, Kode Etik Amatir Radio hendaknya benar-benar menjadi pedoman dalam seluruh rangkaian pelaksanaan Munas. Setiap anggota perlu menjunjung kejujuran dalam mengemban amanah, kesadaran terhadap tanggung jawab, profesionalisme dalam bekerja, kesantunan dalam menyampaikan pendapat, serta komitmen menjaga persatuan dan persaudaraan.
Mari tuntaskan seluruh pekerjaan rumah ORARI dengan arif dan bijaksana, tanpa saling menyalahkan. Hormati setiap perbedaan pendapat, patuhi AD/ART dan dasar hukum organisasi, serta laksanakan setiap keputusan Munas dengan penuh tanggung jawab sebagai sebuah amanah bersama.
Keberhasilan Munas bukan hanya ditentukan oleh siapa yang terpilih menjadi Ketua Umum. Lebih penting lagi, bagaimana seluruh anggota dapat kembali bersatu dan menjadikan hasil musyawarah sebagai landasan untuk membawa ORARI menjadi organisasi yang semakin baik, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat serta bangsa.
Bersatu, Berkarya, Mendunia.
Djarmanto (YF2DOI)
Anggota ORARI Lokal Kabupaten Banyumas
Kamis, 5 November 2026
Catatan Redaksi YC2TFB.NET
MUNAS XII ORARI hendaknya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperkuat kembali nilai-nilai kebersamaan dalam organisasi. Perbedaan pandangan, pilihan, maupun kepentingan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi besar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi keluarga besar amatir radio Indonesia.
Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum, seluruh anggota diharapkan dapat menghormati hasil musyawarah dan memberikan dukungan demi keberlangsungan organisasi. Sebaliknya, pemimpin yang terpilih juga harus mampu merangkul seluruh elemen, mendengarkan aspirasi anggota, serta membuktikan komitmennya melalui kerja nyata.
ORARI tidak boleh berhenti pada pergantian kepemimpinan atau perdebatan organisasi. Masih banyak hal yang perlu dibenahi dan dikembangkan, mulai dari pembinaan anggota, peningkatan kualitas komunikasi radio, regenerasi amatir radio, penguatan peran organisasi dalam kebencanaan, hingga pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, organisasi yang kuat bukanlah organisasi tanpa perbedaan, melainkan organisasi yang mampu menyelesaikan perbedaan dengan kedewasaan, aturan, dan semangat persaudaraan.
Mari jadikan MUNAS XII sebagai titik awal untuk melangkah lebih baik. Jangan biarkan perbedaan hari ini menjadi perpecahan di kemudian hari. Sebab ORARI adalah rumah kita bersama, dan masa depannya merupakan tanggung jawab kita semua.(/2TFB)



