
JAKARTA – Menjelang Musyawarah Nasional (MUNAS) XII Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) yang akan berlangsung pada 20–22 November 2026 di Hotel Mercure Bengkulu, Ketua Umum ORARI Pusat, Donny Imam Priambodo (YB0DX), menyampaikan sejumlah pandangan mengenai persiapan, agenda strategis, persatuan anggota, hingga pembenahan tata kelola organisasi.
Dalam wawancara daring dengan awak media pada Rabu sore (4/11/2026), Donny menjelaskan sejumlah hal yang akan menjadi perhatian dalam forum nasional tersebut. Beberapa di antaranya meliputi laporan pertanggungjawaban Ketua Umum, pemilihan Ketua Umum baru, usulan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta penanganan persoalan aset organisasi.
MUNAS XII Menjadi Forum Pertanggungjawaban dan Pemilihan Ketua Umum
Donny menegaskan bahwa MUNAS merupakan forum tertinggi dalam organisasi ORARI. Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertanggungjawaban kepengurusan, tetapi juga momentum untuk memilih Ketua Umum baru dan membahas berbagai usulan perubahan aturan organisasi.
“Munas adalah forum tertinggi dalam ORARI, yang tentu tujuannya adalah memilih Ketua Umum yang baru. Selain itu juga adalah forum pertanggungjawaban Ketua Umum. Dalam Munas ini nanti diharapkan juga ada pembahasan perubahan AD/ART yang diusulkan oleh ORDA yang nantinya jika disetujui peserta Munas akan menjadi perbaikan dan kepastian hukum bagi organisasi ke depan untuk kemajuan ORARI,” jelas Donny.
Menurutnya, pembahasan perubahan AD/ART menjadi salah satu bagian penting untuk memperkuat landasan hukum dan tata kelola organisasi pada masa mendatang.
Persiapan MUNAS XII Telah Dilakukan
Terkait kesiapan penyelenggaraan, Donny memastikan panitia MUNAS XII telah terbentuk. Pelaksanaan kegiatan akan ditangani oleh ORARI Daerah Bengkulu sebagai tuan rumah.
“Semua sudah siap, panitia sudah dibentuk dan akan di-handle oleh ORDA Bengkulu,” ungkapnya.
MUNAS XII ORARI dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 20–22 November 2026, di Hotel Mercure Bengkulu.
Persoalan Aset Menjadi Agenda Strategis
Salah satu hal penting yang disampaikan Donny adalah rencana pengajuan persetujuan MUNAS untuk menunjuk tim hukum guna menindaklanjuti persoalan aset organisasi.
Menurut keterangannya, sejumlah aset ORARI hingga kini masih dipegang oleh pengurus periode sebelumnya, yakni masa bakti 2016–2021.
“Agenda strategis adalah persetujuan Munas untuk menunjuk tim hukum guna menindaklanjuti aset ORARI yang masih dipegang oleh pengurus lama masa bakti 2016–2021,” tegasnya.
Rencana tersebut akan dibawa ke forum MUNAS untuk mendapatkan persetujuan peserta. Dengan demikian, langkah penanganan persoalan aset diharapkan memiliki dasar keputusan organisasi yang jelas.
Persoalan ini juga menjadi perhatian Sekretaris Jenderal ORARI Pusat, Yusuf Budhyanto, S.H. (YB3DY), yang sebelumnya menyampaikan harapan agar penyelesaian aset dan keuangan organisasi dilakukan secara bersama, transparan, dan bertanggung jawab.
Persatuan dan Semangat Kekeluargaan
Selain persoalan tata kelola, Donny juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan seluruh anggota ORARI.
Ia menilai semangat gotong royong dan kekeluargaan selama ini tetap terpelihara di lingkungan organisasi. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sebagian anggota yang belum sepenuhnya menerima dinamika pergantian kepengurusan.
“Persatuan sangat penting sekali, dan sudah terjadi di lingkungan ORARI selama ini. Asas gotong royong dan kekeluargaan selalu terpelihara. Meskipun ada beberapa anggota yang masih belum move on dari kehadiran pengurus lama,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi perlu disikapi dengan komunikasi dan semangat persaudaraan. Terlebih, MUNAS XII akan menjadi forum penting untuk menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan ORARI ke depan.
Perubahan AD/ART untuk Memperkuat Tata Kelola
Ketika ditanya mengenai evaluasi dan penyempurnaan tata kelola organisasi, termasuk penyesuaian AD/ART agar lebih sesuai dengan kebutuhan ORARI, Donny membenarkan pentingnya perubahan aturan tersebut.
Menurutnya, pengalaman terkait persoalan perpindahan aset organisasi menjadi salah satu pertimbangan perlunya penyempurnaan AD/ART.
“Itulah maka perlu adanya perubahan AD/ART, termasuk mengatasi persoalan perpindahan aset, yang didasari oleh pengalaman yang sudah terjadi,” jelas Donny.
Melalui penyempurnaan aturan, organisasi diharapkan memiliki mekanisme yang lebih jelas dalam mengatur pengelolaan, pengamanan, serta serah terima aset ketika terjadi pergantian kepengurusan.
MUNAS XII Menjadi Momentum Keberlanjutan ORARI
Berbagai hal yang disampaikan Ketua Umum ORARI Pusat menunjukkan bahwa MUNAS XII tidak hanya berkaitan dengan pergantian kepemimpinan. Forum nasional ini juga menjadi ruang pertanggungjawaban kepengurusan, pembahasan penyempurnaan AD/ART, serta pengambilan keputusan mengenai langkah penanganan persoalan aset organisasi.
Dengan berbagai agenda tersebut, MUNAS XII ORARI di Bengkulu diharapkan menjadi ruang musyawarah yang mengedepankan demokrasi, keterbukaan, persaudaraan, dan kepentingan organisasi.
Seluruh keputusan yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi pijakan bagi penguatan tata kelola serta keberlanjutan ORARI pada masa bakti mendatang.
Semangat “Bersatu, Berkarya, Mendunia” diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi komitmen bersama seluruh anggota untuk menjaga persatuan, memperkuat organisasi, dan meningkatkan kontribusi ORARI bagi masyarakat dan bangsa.
Kontributor: Djarmanto – YF2DOI.
YC2TFB DOT NET REPORTING



