Aceh Besar — NET ORARI Lokal Aceh Besar (YH6AI) kembali digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan rutin komunikasi radio amatir tersebut disertai pengiriman eQSL Card khusus kepada seluruh anggota ORARI yang ikut berpartisipasi melakukan check-in pada frekuensi 146.340 MHz, offset +600 dengan tone 88,5 mode FM.
Kegiatan NET dimulai pukul 20.30 WIB atau 13.30 UTC hingga selesai dan menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antaranggota radio amatir di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya.
Adapun operator yang bertugas sebagai Net Control Station (NCS) pada kegiatan kali ini yakni YC6BNR, YC6AEC, YC6BMA, YC6BSP, YD6ART, dan YD6AQO.
Pada pelaksanaan NET kali ini, panitia menghadirkan eQSL Card bertema perjuangan nasional dengan mengangkat sosok Panglima Abdul Wahab atau yang lebih dikenal sebagai Pang Hab. Tokoh asal Aceh Besar tersebut dikenal sebagai salah satu perintis kemerdekaan Republik Indonesia yang berjuang melawan kolonial Belanda di Aceh dan tetap aktif hingga masa awal kemerdekaan Indonesia.
NET ORARI Aceh Besar — Angkat Tema Pejuang Panglima Abdul Wahab (Pang Hab)
Panglima Abdul Wahab lahir pada tahun 1862 di Kampung Keumire, Kecamatan Seulimuem yang kini masuk wilayah Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Ia merupakan putra dari Pang Ibrahim atau Pang Him, salah satu tokoh Perang Aceh yang berjuang bersama ulama karismatik Teungku Chik Muhammad Saman Tiro dan gugur dalam pertempuran melawan Belanda.
Sejak kecil, Pang Hab tumbuh dalam lingkungan keluarga pejuang. Setelah ayahnya gugur, ia diasuh oleh Panglima Polem Teuku Cut Banta, pemimpin Sagoe XXII Mukim. Dalam didikan tersebut, Pang Hab ditempa menjadi seorang prajurit hingga dipercaya menjabat sebagai Ulee Balang atau komandan batalion Sagoe XXII Mukim oleh Panglima Teungku Raja Kuala.
Salah satu peran penting Pang Hab dalam sejarah perjuangan Aceh terjadi menjelang kedatangan Jepang pada tahun 1942. Ia memimpin rakyat Aceh dalam Pertempuran Keumire di kawasan Seulimuem bersama sejumlah tokoh penting seperti A. Hasjmy, Teungku Hasballah Indrapuri, dan Ahmad Abdullah.
Atas perjuangan panjangnya, negara memberikan penghargaan berupa Piagam Tanda Kehormatan Setya Lencana Perintis Pergerakan Kemerdekaan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut dianugerahkan Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1961 dan diserahkan langsung oleh Gubernur Aceh saat itu, A. Hasjmy.
Panglima Abdul Wahab wafat pada tahun 1963 dalam usia 101 tahun dan dimakamkan di Gampong Leupung Bale, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Semangat perjuangan, keberanian, dan kesetiaannya terhadap rakyat Aceh menjadikan sosok Pang Hab tetap dikenang hingga kini, termasuk melalui eQSL Card NET ORARI Lokal Aceh Besar edisi Mei 2026.
Source/info: YD6ART ACHMAD Arie JAUHARI on WAG Kegiatan Amatir Radio
