Paska Erupsi Semeru ORDA JATIM Kerahkan CORE

Letusan yang terjadi pada erupsi Gunung SEMERU selain mengakibatkan 14 korban meninggal juga mengakibatkan 56 orang mengalami luka bakar serius (update 6/12/21). Selain korban jiwa Letusan Gunung di Jawa Timur ini mengakibatkan hancurnya beberapa infrastruktur dan rumah warga. Erupsi Gunung Semeru kali ini disebut lebih besar dibanding tahun 2020 lalu, yang menyebabkan warga merasakan hujan kerikil dan lumpur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu. Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa.

Sebagai upaya membantu penyelamatan paska erupsi Semeru ORDA JATIM Kerahkan CORE. Sebagai respon cepat, ORARI Daerah Jawa Timur melakukan koordinasi dengan CORE (Communication and Rescue) disekitar lokasi, yaitu Lumajang, Probolinggo dan Jember untuk menuju tempat kejadian.

Saat dikonfirmasi oleh Yusuf Budyanto – YB3DY, Ketua ORARI Daerah Jawa Timur (YB3VO) mengatakan “bahwa ternyata sudah ada yang telah betul-betul siap dilokasi kejadian saat koordinasi adalah CORE ORARI Lokal Jember.

Menurut Subandi – YB3VO, karena ORARI Lokal Lumjang baru saja melaksanakan MUSLOK dan belum terbentuk CORE dan Pengurusnya, Sehingga Probolinggo dan Jember diminta untuk datang kelokasi. Dan mereka semua sudah berada dilokasi bersama tim yang lain termasuk ORARI Lokal Kanjuruhan dan Malang Raya.

Semua Tim yang ditugaskan oleh Ketua ORARI Daerah Jatim untuk mempersiapkan peralatan komunikasi guna mendukung upaya penyelamatan. Sasaran lokasi yang dituju adalah di wilayah Lumajang dan Pronojiwo.

Beberapa peralatan komunikasi UHF, VHF, HF dan repeater telah akan dipasang dimasing-masing posko. Dengan harapan akan lebih mempermudah evakuasi dan penanganan korban bencana meletusnya Semeru.

Yusuf Budyanto – YB3DY melalui akun media sosialnya mengatakan “Bersama tim relawan lain CORE ORARI Daerah Jatim sudah dilokasi sejak awal. Dan hari ini dari Malang juga akan segera menyusul untuk mengirim bantuan dan sumbangan serta memperkuat tim ORARI”.

CORE ORARI LOkal SURABAYA
Salah satu Anggota CORE ORARI Lokal Surabaya – Sulton YG3EXE

Sementara dari Surabaya Tim relawan dari CORE ORDA Jatim, berangkat bersama relawan FOA, BPBD, BNPB diberangkatkan dari Surabaya. Dengan menggunakan armada berbagai tipe, diantaranya traktor, mobil tanki air, logistik, mobil evakuasi/rescue.

Bupati Kabupaten Lumajang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru selama 30 hari terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan SK No: 188.45/525/427.12/2021.

Bupati Kabupaten Lumajang juga menetapkan Komando Tanggap Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru. Komando ini dipimpin oleh Komandan Distrik Militer 0821 Lumajang, bersama Komandan Bataliyon Infantri 527 sebagai Wakil Komandan I, Kepala Kepolisian Resor Lumajang sebagai Wakil Komandan II dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang sebagai sekretaris.

Kepada warga sekitar lereng Gunung Semeru tetap waspada dengan erupsi lanjutan dari Gunung semeru maupun banjir lahar dingin.

Emergency Communication via Satelite
Emergency Communication via Satelite
Emergency Communication via Satelite

Dukungan komunikasi kebencanaan Erupsi Gunung Semeru OI61lv via satelit LAPAN A2/ORARI. Komunikasi Via Satelit dalam Dukungan Komunikasi Gunung Semeru akan bekerja pada frekuensi Up 145.880MHz Down 435.880MHz, sesuai Jadwal Satelit.

NCS Dukom via Satelit dioperatori oleh, YD0NXX, YG3FEO, YD7OIZ, YC4RWH, YC3GHN, YC8FXI dan rekan yang lainnya.

Tinggalkan Balasan