
Lima Tahun ORARI Menjelang Munas XII Menakar Capaian, Tantangan, dan Harapan Organisasi
Tahun 2026 menjadi momentum yang istimewa bagi Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Selain memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 dengan tema “Menghubungkan Nusantara, Menjangkau Dunia”, organisasi ini juga bersiap memasuki agenda penting, yakni Musyawarah Nasional (Munas) XII ORARI yang akan menentukan arah kepemimpinan lima tahun mendatang.
Bagi organisasi yang berdiri sejak 9 Juli 1968 tersebut, pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah menghadapi tantangan masa depan.
Selama periode kepengurusan 2021–2026 di bawah Ketua Umum H. Donny Imam Priambodo,ST,MM,M.Res (YB0DX), ORARI menghadapi berbagai dinamika, baik dari sisi organisasi, pelayanan administrasi, pembinaan anggota, maupun perkembangan dunia amatir radio yang terus berubah mengikuti kemajuan teknologi komunikasi.
Di sisi lain, ekspektasi anggota terhadap organisasi juga semakin berkembang. Tidak hanya dituntut mampu menyelenggarakan kegiatan amatir radio, ORARI juga diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembinaan teknis, memperluas regenerasi anggota, serta mempertahankan perannya sebagai organisasi amatir radio yang diakui secara nasional maupun internasional.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan ORARI selama lima tahun terakhir, yc2tfb.net menghimpun pandangan dari Pengurus Pusat ORARI serta sejumlah Ketua ORARI Daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Wawancara dilakukan secara terpisah sehingga setiap narasumber menyampaikan pandangannya secara independen berdasarkan pengalaman dan kondisi yang mereka hadapi di daerah masing-masing.
Hasilnya menunjukkan adanya penilaian yang beragam sesuai karakteristik wilayah. Namun di balik perbedaan tersebut, terdapat sejumlah benang merah yang memperlihatkan bagaimana para pengurus memandang capaian organisasi sekaligus tantangan yang perlu menjadi perhatian pada periode kepengurusan berikutnya.
Lima Tahun yang Tidak Selalu Mudah
Periode kepengurusan 2021–2026 dapat dikatakan berlangsung dalam situasi yang tidak sepenuhnya mudah. Pada awal masa bakti, ORARI dihadapkan pada dinamika internal yang berkembang pasca Musyawarah Nasional XI. Sejumlah persoalan organisasi sempat menjadi perhatian anggota dan menyita energi organisasi dalam beberapa tahun pertama.
Meski demikian, berbagai program organisasi tetap berjalan. Struktur kepengurusan dari tingkat pusat, daerah hingga lokal tetap melaksanakan aktivitas organisasi, sementara hubungan dengan pemerintah maupun komunitas amatir radio internasional juga terus dipertahankan.
Dalam kurun waktu tersebut, ORARI juga melanjutkan berbagai program pembinaan anggota, penyelenggaraan kegiatan amatir radio, peningkatan pelayanan administrasi organisasi, serta memperkuat komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Ketua ORARI Daerah Sumatera Utara, Anda Yudas (YB6HAI), menilai keberhasilan menjaga keberlangsungan organisasi menjadi salah satu fondasi terpenting selama lima tahun terakhir.
“Kemampuan ORARI mempertahankan keberlangsungan organisasi di tengah dinamika internal, sengketa kepengurusan, dan berbagai proses hukum merupakan capaian yang penting. Pada akhirnya roda organisasi tetap berjalan, kegiatan nasional tetap berlangsung, dan struktur organisasi dari pusat hingga daerah tetap beroperasi,” ujarnya kepada yc2tfb.net.
Menurutnya, stabilitas organisasi merupakan prasyarat agar pembinaan anggota, kegiatan amatir radio, maupun hubungan internasional tetap dapat berjalan dengan baik.
Pandangan senada juga disampaikan Sekretaris ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur, Bram Dami (YF9PBV). Mewakili Ketua ORARI Daerah NTT yang sedang menjalani perawatan kesehatan, ia menilai salah satu pencapaian penting pada periode ini adalah keberhasilan organisasi memperoleh kepastian legalitas setelah melalui proses yang panjang.
“Kepengurusan ORARI sekarang telah mendapat legalitas setelah perjuangan yang cukup panjang, menguras pikiran, tenaga, dan biaya. Dengan adanya kepastian tersebut, organisasi dapat kembali fokus menjalankan program-program pembinaan,” ujarnya.
Menurut Bram, stabilitas organisasi menjadi modal penting bagi ORARI untuk melanjutkan berbagai program yang bermanfaat bagi anggota di seluruh Indonesia.
Aktivitas Organisasi Tetap Bergerak
Di tengah dinamika tersebut, aktivitas amatir radio justru tetap menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Berbagai kegiatan nasional maupun internasional terus diselenggarakan, mulai dari Indonesia Award, ORARI Anniversary Award, World Wide Award, Special Event Station (SES), Jamboree on the Air (JOTA), berbagai kontes amatir radio, hingga dukungan terhadap kegiatan komunikasi darurat.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat ORARI Pusat, Don Mery (YB1DNR), menilai meningkatnya aktivitas organisasi menjadi salah satu capaian yang patut diapresiasi selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang diselenggarakan memberikan ruang bagi anggota untuk terus aktif di udara sekaligus memperkuat citra amatir radio di tengah masyarakat.
“Selama lima tahun terakhir, jumlah kegiatan nasional maupun internasional meningkat signifikan. Contest, Special Event Station, Award Program, pelatihan komunikasi darurat hingga berbagai kegiatan edukasi terus berkembang. Hal ini membuat ORARI semakin hidup, memperluas ruang belajar anggota, sekaligus meningkatkan citra amatir radio di masyarakat,” kata Don Mery.
Dalam laporan yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ORARI 2026, salah satu program unggulan, Indonesia Award, dilaporkan berhasil mencatat lebih dari 250.000 hubungan komunikasi radio (QSO). Angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi operator radio amatir, baik dari Indonesia maupun luar negeri, dalam kegiatan yang diselenggarakan ORARI.
Ketua ORARI Daerah Riau, Wirzamrizal (YB5WIR), menilai capaian tersebut menjadi semakin berarti apabila dikaitkan dengan kecenderungan menurunnya minat masyarakat terhadap hobi amatir radio di berbagai negara.
“Di tengah menurunnya minat masyarakat terhadap kegiatan amatir radio, capaian yang cukup besar bagi ORARI adalah mampu melahirkan ORARI Lokal baru, mempertahankan jumlah anggota aktif, serta tetap menunjukkan kiprah Indonesia dalam berbagai kegiatan amatir radio berskala internasional,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi yang tetap mampu menjaga aktivitas anggotanya menunjukkan bahwa minat terhadap amatir radio di Indonesia masih memiliki potensi untuk terus berkembang apabila dikelola dengan baik.
Reputasi Indonesia Semakin Diperhitungkan
Hingga menjelang Munas XII ORARI, selain aktivitas di dalam negeri, kiprah ORARI pada tingkat internasional juga menjadi salah satu capaian yang banyak mendapat perhatian.
Menurut Don Mery, dalam lima tahun terakhir ORARI berhasil memperkuat reputasinya sebagai salah satu organisasi amatir radio yang aktif di kawasan Asia Pasifik. Hal tersebut tercermin dari keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk IARU Region 3 Conference 2024 di Bangkok, serta keberhasilan operator Indonesia meraih prestasi pada sejumlah kegiatan internasional seperti World Wide Award (WWA) dan WWA Sprint.
“Indonesia bukan hanya menjadi peserta, tetapi juga kontributor penting dalam komunitas amatir radio dunia. Ini menjadi kebanggaan seluruh anggota ORARI,” ujarnya.
Pandangan tersebut juga sejalan dengan penilaian Anda Yudas (YB6HAI), yang menyebut hubungan ORARI dengan komunitas internasional tetap terjaga dengan baik.
Menurutnya, keberadaan ORARI dalam jaringan International Amateur Radio Union (IARU) tidak hanya penting bagi citra organisasi, tetapi juga membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi amatir radio, hingga kerja sama komunikasi darurat lintas negara.
Hubungan internasional yang baik, menurutnya, merupakan aset strategis yang perlu terus dipertahankan oleh kepengurusan ORARI pada masa mendatang dan menjadi agenda penting menuju Munas XII ORARI.
Pelayanan Organisasi Makin Digital, Daerah Mulai Merasakan Dampaknya
Selain aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan amatir radio, kepengurusan ORARI periode 2021–2026 juga dinilai membawa perubahan pada aspek pelayanan organisasi. Digitalisasi administrasi yang mulai diterapkan dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu perubahan yang paling banyak dirasakan oleh pengurus di daerah.
Ketua ORARI Daerah Papua, Ismail Maligos (YB9VR), menyebut perubahan tersebut tampak dari semakin lancarnya proses administrasi organisasi, termasuk dalam penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Di samping itu, ia juga menyoroti perubahan dalam mekanisme pendistribusian iuran anggota kepada ORARI Lokal.
“Saat itu 13 ORARI Lokal di Papua tidak menerima distribusi iuran anggota. Namun sejak kepemimpinan Om Donny, pendistribusian iuran ini berjalan lancar,” ungkap Ismail kepada yc2tfb.net melalui sambungan telepon.
Menurutnya, kelancaran distribusi tersebut memberikan dampak positif terhadap aktivitas organisasi di tingkat lokal, karena membantu mendukung operasional organisasi di daerah.
Ismail juga menilai pelayanan administrasi organisasi mengalami peningkatan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Intinya, dari sisi positif kami menilai capaian kepengurusan saat ini cukup banyak,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembinaan kepada anggota masih perlu terus ditingkatkan, khususnya mengenai tata cara pengurusan izin dan administrasi secara mandiri. Menurutnya, tantangan geografis Papua membuat proses pendampingan kepada anggota memerlukan perhatian yang lebih besar.
Transformasi Digital Dinilai Mempermudah Pelayanan
Pandangan serupa juga datang dari Indonesia bagian timur.
Ketua ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur, Pommy E. N. Odja (YC9PHC), melalui jawaban yang disampaikan kepada yc2tfb.net, menilai pelayanan organisasi mengalami kemajuan melalui pemanfaatan sistem daring.
Menurutnya, proses pengurusan keanggotaan maupun pelaksanaan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR) yang kini semakin memanfaatkan layanan berbasis digital telah mempermudah anggota.
Selain itu, ia menilai berbagai kegiatan organisasi maupun kegiatan amatir radio tetap dapat berjalan secara rutin sehingga mampu menjaga kekompakan anggota.
“Intinya, kita jaga yang sudah baik dan benahi yang masih kurang agar ORARI semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur, Bram Dami (YF9PBV), yang selama beberapa waktu terakhir mewakili pelaksanaan tugas organisasi karena Ketua dan Wakil Ketua ORDA sedang menjalani perawatan kesehatan, memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai perubahan pelayanan organisasi.
Menurut Bram, salah satu langkah yang cukup dirasakan manfaatnya adalah penerapan sistem electronic licensing (e-Licensing) dan SIORDIG, yang mempermudah anggota dalam mengakses layanan administrasi, termasuk pembayaran iuran organisasi.
“ORARI mampu membuat e-Licensing (SIORDIG) ke arah yang lebih mudah diakses oleh anggota untuk membayar iuran anggota,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kemudahan administrasi tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam modernisasi organisasi, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu terus disempurnakan.
Aktivitas Nasional Dinilai Mampu Menghidupkan Organisasi
Selain pelayanan administrasi, Bram juga menyoroti semakin intensifnya kegiatan amatir radio yang melibatkan ORARI Daerah maupun ORARI Lokal di seluruh Indonesia.
Menurutnya, berbagai program nasional yang diinisiasi ORARI Pusat berhasil mendorong partisipasi anggota di daerah.
“Saya melihat dan mengalami sendiri bahwa ORARI mampu menggerakkan anggota serta stasiun klub ORDA maupun ORARI Lokal untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan amatir radio yang diinstruksikan ORARI Pusat. Ini merupakan hal yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan aktivitas komunikasi radio, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Hal ini sangat penting agar anggota ORARI dapat terus beraktivitas serta memiliki rasa cinta dan rasa memiliki terhadap organisasi,” tambahnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian Humas ORARI Pusat yang menyebut meningkatnya jumlah kegiatan selama lima tahun terakhir menjadi salah satu indikator bahwa organisasi tetap aktif menjalankan fungsi pembinaan.
Kemitraan dengan Pemerintah Semakin Luas
Selain pembinaan anggota, ORARI juga terus mempertahankan perannya sebagai mitra pemerintah dalam berbagai bidang, khususnya komunikasi darurat dan kebencanaan.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) ORARI Pusat, Don Mery (YB1DNR), menyebut salah satu capaian penting selama lima tahun terakhir adalah semakin kuatnya hubungan kerja sama antara ORARI dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
Menurutnya, ORARI dipercaya untuk mendukung berbagai kegiatan komunikasi darurat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Luar Negeri, serta sejumlah instansi lainnya.
“Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan ORARI bukan hanya sebagai organisasi hobi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi kepentingan nasional,” ujar Don Mery.
Kepercayaan tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui latihan komunikasi darurat maupun partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan kemanusiaan di daerah.
Komunikasi Kebencanaan Tetap Menjadi Kekuatan ORARI
Bagi daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, keberadaan ORARI dinilai masih memiliki peran penting sebagai jaringan komunikasi cadangan ketika infrastruktur telekomunikasi mengalami gangguan.
Ketua ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur, Pommy E. N. Odja, menyebut meningkatnya kepercayaan terhadap ORARI saat terjadi bencana sebagai salah satu capaian yang paling dirasakan di wilayahnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa radio amatir masih memiliki relevansi sebagai media komunikasi alternatif ketika kondisi darurat terjadi.
Pandangan yang hampir sama juga disampaikan Ketua ORARI Daerah Riau, Wirzamrizal (YB5WIR).
Ia menilai masyarakat perlu terus diberikan pemahaman bahwa radio amatir konvensional tetap memiliki keunggulan sebagai sarana komunikasi cadangan ketika jaringan komunikasi modern mengalami gangguan.
“Perlu ditanamkan kepada masyarakat bahwa perangkat radio amatir konvensional dapat menjadi sarana komunikasi ketika terjadi blackout komunikasi. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat akan semakin menyadari pentingnya memiliki perangkat komunikasi cadangan,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat mengenai fungsi radio amatir tidak hanya penting dalam konteks kesiapsiagaan bencana, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan dunia amatir radio kepada generasi baru.
Masih Ada Ruang untuk Terus Berbenah
Di balik berbagai capaian tersebut, hampir seluruh narasumber sepakat bahwa perjalanan organisasi belum selesai.
Pelayanan organisasi memang dinilai semakin baik, kegiatan amatir radio semakin aktif, dan hubungan dengan pemerintah maupun komunitas internasional tetap terjaga. Namun, perkembangan teknologi komunikasi yang berlangsung sangat cepat membuat ORARI dituntut untuk terus beradaptasi.
Transformasi digital organisasi, peningkatan kompetensi anggota, modernisasi infrastruktur komunikasi, serta pemerataan pembinaan hingga ke daerah-daerah kepulauan menjadi bagian dari pekerjaan yang masih harus dilanjutkan pada periode kepengurusan berikutnya.
Bagi sebagian daerah, tantangannya terletak pada luasnya wilayah dan kondisi geografis. Bagi daerah lain, tantangan utama justru berada pada upaya mempertahankan keanggotaan dan meningkatkan partisipasi anggota dalam berbagai kegiatan amatir radio.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tantangan ORARI tidak selalu sama di setiap wilayah. Namun justru keberagaman pengalaman itulah yang menjadi modal penting bagi organisasi untuk terus berkembang sesuai kebutuhan anggotanya di seluruh Indonesia
Regenerasi Menjadi Benang Merah
Jika terdapat satu isu yang paling sering muncul dalam seluruh wawancara yang dilakukan yc2tfb.net, maka isu tersebut adalah regenerasi anggota.
Menariknya, baik Pengurus Pusat maupun para Ketua ORARI Daerah yang diwawancarai secara terpisah sama-sama menempatkan regenerasi sebagai salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi ORARI pada masa mendatang.
Kabid Humas ORARI Pusat, Don Mery (YB1DNR), menilai tantangan tersebut sebenarnya juga dihadapi oleh organisasi amatir radio di berbagai negara.
Menurutnya, ORARI perlu terus menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan teknologi modern agar semakin menarik bagi kalangan muda.
“ORARI harus mampu menghadirkan kegiatan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital, satelit, Software Defined Radio (SDR), komunikasi data, hingga integrasi dengan dunia STEM sehingga semakin banyak anak muda tertarik menjadi amatir radio,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan Ketua ORARI Daerah Sumatera Utara, Anda Yudas (YB6HAI).
Menurutnya, bertambahnya usia rata-rata anggota merupakan tantangan yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak organisasi amatir radio dunia.
“Kalau saya harus memilih hanya satu pekerjaan rumah yang paling penting, maka regenerasi anggota adalah jawabannya. Legalitas bisa diperbaiki. Sistem organisasi bisa diubah. Teknologi bisa dipelajari. Namun jika tidak ada generasi baru yang masuk, maka semua capaian organisasi pada akhirnya akan sulit dipertahankan,” katanya.
YB6HAI menilai ORARI perlu lebih aktif menjangkau sekolah, perguruan tinggi, komunitas maker, robotika, Internet of Things (IoT), drone, maupun komunitas satelit amatir agar generasi muda melihat radio amatir sebagai ruang belajar teknologi, bukan sekadar sarana komunikasi suara.
Senada dengan itu, Ketua ORARI Daerah Riau, Wirzamrizal (YB5WIR), berpendapat bahwa organisasi perlu mengemas kegiatan amatir radio dengan pendekatan yang lebih menarik sehingga mampu menjangkau generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.
Menurutnya, keberhasilan menarik anggota baru akan sangat menentukan keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Penguatan Kompetensi Teknis Masih Menjadi Harapan
Selain regenerasi, penguatan kemampuan teknis anggota juga menjadi tema yang muncul berulang kali dari berbagai narasumber.
Menurut YB6HAI, aktivitas award, contest, maupun Special Event Station telah berkembang cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ORARI juga diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi amatir radio.
Beberapa bidang yang dinilai masih memiliki ruang pengembangan antara lain komunikasi digital, APRS, Software Defined Radio (SDR), komunikasi satelit amatir, propagasi radio, komunikasi gelombang mikro (microwave), hingga komunikasi darurat berbasis teknologi modern.
“Dengan demikian ORARI tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi amatir radio,” ujarnya.
Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Ketua ORARI Daerah Riau yang menilai kemampuan anggota dalam mengikuti perkembangan teknologi perlu terus ditingkatkan.
“ORARI melalui anggotanya harus selalu adaptif agar pengetahuannya berkembang seiring kemajuan teknologi. Saat ini masih ada anggota yang belum sepenuhnya menguasai teknologi digital yang berkaitan dengan amatir radio,” kata Wirzamrizal.
Pelayanan Organisasi Perlu Terus Ditingkatkan
Walaupun sejumlah daerah mengakui adanya kemajuan dalam pelayanan administrasi, para narasumber juga menilai masih terdapat ruang untuk penyempurnaan.
Ketua ORARI Daerah Papua, Ismail Maligos (YB9VR), berharap pembinaan mengenai tata cara pengurusan izin dan administrasi dapat lebih diperluas sehingga anggota di daerah mampu melakukan proses tersebut secara mandiri.
Sementara itu, Sekretaris ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur, Bram Dami (YF9PBV), menyoroti tantangan yang dihadapi wilayah kepulauan.
Menurutnya, kondisi geografis menyebabkan biaya pembinaan organisasi, pembentukan ORARI Lokal, maupun pelaksanaan musyawarah di berbagai kabupaten memerlukan sumber daya yang tidak sedikit.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian anggota di wilayahnya masih menganggap besaran biaya administrasi dan iuran organisasi cukup berat dibandingkan kemampuan ekonomi masyarakat setempat.
Bram mengusulkan agar ke depan terdapat ruang fleksibilitas dalam mekanisme pengelolaan iuran di tingkat daerah sehingga ORARI Daerah maupun ORARI Lokal dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
Usulan tersebut disampaikannya sebagai masukan berdasarkan pengalaman yang dihadapi ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur dan menjadi salah satu contoh bahwa kebutuhan organisasi di setiap daerah dapat berbeda sesuai karakteristik wilayahnya.
Mengantisipasi Perubahan Regulasi
Selain tantangan internal organisasi, sejumlah narasumber juga menyoroti pentingnya kesiapan ORARI dalam menghadapi berbagai perkembangan regulasi penyelenggaraan amatir radio.
Ketua ORARI Daerah Sumatera Utara, Anda Yudas (YB6HAI), menilai organisasi perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan perubahan kebijakan yang dapat memengaruhi pola pembinaan anggota pada masa mendatang.
Menurutnya, apabila di kemudian hari terdapat perubahan terhadap ketentuan mengenai hubungan antara kepemilikan Izin Amatir Radio (IAR) dan keanggotaan ORARI, organisasi harus mampu mempertahankan anggotanya melalui kualitas pelayanan, pembinaan, dan program kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Namun demikian, hingga artikel ini disusun, ketentuan yang berlaku masih mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 17 Tahun 2018. Adapun usulan perubahan terhadap ketentuan tersebut masih berada dalam proses pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku dan belum menjadi regulasi yang berlaku.
Karena itu, pembahasan mengenai perubahan regulasi dalam artikel ini dimaksudkan sebagai bentuk antisipasi terhadap perkembangan kebijakan, bukan sebagai gambaran kondisi hukum yang telah berlaku.
Benang Merah dari Berbagai Daerah
Meskipun berasal dari wilayah yang berbeda-beda, para narasumber yang diwawancarai yc2tfb.net memperlihatkan sejumlah kesamaan pandangan mengenai arah pengembangan ORARI ke depan.
Sebagian besar menilai bahwa aktivitas organisasi selama lima tahun terakhir berjalan cukup baik dan berbagai program pembinaan tetap terlaksana. Reputasi ORARI di tingkat internasional juga dinilai tetap terjaga, sementara hubungan dengan pemerintah dalam bidang komunikasi darurat semakin berkembang.
Di sisi lain, hampir seluruh narasumber menempatkan regenerasi anggota sebagai pekerjaan rumah yang paling mendesak. Selain itu, penguatan kompetensi teknis, peningkatan pelayanan organisasi, transformasi digital, pemerataan pembinaan di daerah, serta penguatan persatuan organisasi juga menjadi tema yang berulang kali muncul dalam wawancara.
Kesamaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda, terdapat harapan bersama agar ORARI terus berkembang sebagai organisasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi sekaligus tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan di antara para amatir radio.
Menyongsong Munas XII ORARI
Musyawarah Nasional (Munas) XII ORARI akan menjadi momentum penting bagi ORARI untuk menentukan arah organisasi pada lima tahun mendatang. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin, akan mewarisi organisasi yang telah memiliki jaringan dari Sabang hingga Merauke, aktif dalam berbagai kegiatan amatir radio, serta tetap menjadi bagian dari komunitas amatir radio internasional.
Berbagai pandangan yang dihimpun yc2tfb.net menunjukkan bahwa para pengurus di pusat maupun daerah tidak hanya melihat capaian yang telah diraih, tetapi juga menyadari adanya tantangan yang harus dijawab bersama.
Regenerasi anggota, penguatan pendidikan teknis, transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan pembinaan hingga ke wilayah kepulauan, serta menjaga persatuan organisasi menjadi agenda yang banyak disebut sebagai prioritas agenda menuju Munas XII ORARI
Seluruhnya bermuara pada satu tujuan yang sama: memastikan ORARI tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan manfaat bagi para anggotanya maupun bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang terus berubah.
Bertepatan dengan peringatan HUT ORARI ke-58 yang mengusung tema “Menghubungkan Nusantara, Menjangkau Dunia”, semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan organisasi tidak hanya diukur dari apa yang telah dicapai selama lima tahun terakhir, tetapi juga dari kesiapannya menjawab tantangan pada masa yang akan datang.
Perjalanan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari keberhasilannya menghadapi tantangan hari ini, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan generasi penerus untuk melanjutkan estafet pengabdian. Menjelang Munas XII, berbagai pandangan yang dihimpun dalam artikel ini memperlihatkan optimisme bahwa ORARI memiliki modal untuk terus berkembang, selama tetap menjaga persatuan, memperkuat pembinaan, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Semoga seluruh rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) XII ORARI yang akan datang dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta melahirkan keputusan-keputusan strategis demi kemajuan organisasi.,(/2tfb)
Catatan Redaksi
Artikel ini disusun berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan yc2tfb.net dengan sejumlah narasumber pada Juli 2026, yaitu:
- Don Mery (YB1DNR) – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ORARI Pusat.
- Anda Yudas (YB6HAI) – Ketua ORARI Daerah Sumatera Utara.
- Wirzamrizal (YB5WIR) – Ketua ORARI Daerah Riau.
- Ismail Maligos (YB9VR) – Ketua ORARI Daerah Papua.
- Pommy E.N. Odja (YC9PHC) – Ketua ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur.
- Bram Dami (YF9PBV) – Sekretaris ORARI Daerah Nusa Tenggara Timur.
Seluruh wawancara dilakukan secara terpisah sehingga setiap narasumber menyampaikan pandangannya secara independen berdasarkan pengalaman dan kondisi di wilayahnya masing-masing.
Selain wawancara, artikel ini juga merujuk pada informasi yang telah dipublikasikan melalui kanal resmi ORARI, dokumen organisasi, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait penyelenggaraan amatir radio.
Artikel ini merupakan karya jurnalistik yang bertujuan mendokumentasikan berbagai pandangan mengenai perjalanan ORARI selama periode 2021–2026 menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XII ORARI. Pandangan yang dikutip merupakan tanggung jawab masing-masing narasumber dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi yc2tfb.net.



