BANDUNG — Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Tahun 2026 yang berlangsung di Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Bandung hari ini 06 Juni 2026, menjadi momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi capaian lima tahun terakhir sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan. Dalam berbagai laporan yang disampaikan Pengurus Pusat ORARI, terlihat sejumlah capaian strategis mulai dari penguatan legalitas organisasi, peningkatan aktivitas radio amatir nasional, pengembangan komunikasi darurat, hingga perluasan kerja sama internasional.
Rakernas ORARI 2026 ini diikuti oleh perwakilan ORARI Daerah dari seluruh Indonesia, baik secara luring di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung maupun melalui platform daring, sehingga pembahasan berbagai agenda organisasi dapat berlangsung secara nasional dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan ORARI.
Legalitas Kepengurusan ORARI Dinyatakan Tetap Sah
Salah satu laporan yang menjadi perhatian peserta RAKERNAS berasal dari Biro Hukum dan Advokasi ORARI. Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa berbagai upaya hukum yang diajukan pihak-pihak yang mempermasalahkan hasil Musyawarah Nasional (MUNAS) XI ORARI periode 2021–2026 telah berakhir dengan putusan yang menguatkan legalitas kepengurusan ORARI saat ini.
Pengurus Pusat ORARI menjelaskan bahwa kepengurusan yang dipimpin Ketua Umum ORARI Donny Imam Priambodo, YB0DX, memiliki dasar hukum yang kuat melalui keputusan MUNAS XI, pengukuhan Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta pengesahan perubahan perkumpulan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Laporan tersebut mencatat sejumlah gugatan yang diajukan sejak tahun 2022 hingga 2026, mulai dari sengketa terhadap SK Menteri Kominfo, SK Kementerian Hukum dan HAM, pencabutan keanggotaan, hingga gugatan pembatalan akta perubahan ORARI. Mayoritas perkara telah diputus dan berkekuatan hukum tetap (inkracht), dengan hasil yang menguatkan legalitas kepengurusan ORARI hasil MUNAS XI.
Indonesia Award Tembus 250.000 QSO
Dari sisi operasional dan teknik, ORARI melaporkan pertumbuhan aktivitas radio amatir yang sangat signifikan selama periode 2021–2026. Salah satu capaian gemilang dan terbesar adalah keberhasilan program Indonesia Award yang mencatat lebih dari 250.000 QSO, menjadikannya salah satu kegiatan radio amatir terbesar yang pernah diselenggarakan ORARI.
Selain Indonesia Award, ORARI secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional dan internasional seperti:
- World Wide Award (WWA)
- Sprint WWA
- JOTA-JOTI bersama Gerakan Pramuka
- ORARI Anniversary Award
- RA Kartini Award
- Dukungan Komunikasi Kementerian Perhubungan
Seluruh kegiatan tersebut melibatkan partisipasi aktif ORARI Daerah dan ORARI Lokal di seluruh Indonesia.
RA Kartini Award 2026 Diikuti 106 Negara
Kegiatan RA Kartini Award 2026 menjadi salah satu sorotan dalam laporan RAKERNAS. Event yang melibatkan komunitas Young Lady (YL) ORARI ini berhasil mencatat:
- 21.504 QSO HF
- 231 QSO Satelit
- 6.154 peserta
- Berasal dari 106 negara
- Didukung 54 operator dari 17 ORARI Daerah
Capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya eksistensi operator wanita Indonesia dalam dunia amatir radio internasional.
ORARI Perkuat Komunikasi Darurat dan Satelit Amatir
RAKERNAS juga menerima laporan pengembangan program CORE (Communication in Rescue and Emergency) sebagai wadah komunikasi darurat ORARI. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kompetensi operator, standarisasi prosedur komunikasi kebencanaan, serta memperkuat kerja sama dengan BNPB, BPBD, dan instansi terkait.
Di bidang satelit amatir, ORARI terus melakukan penyusunan jadwal operasi satelit IO-86, pembinaan operator satelit, dukungan berbagai Special Event Station nasional, hingga mendukung pengembangan proyek satelit pendidikan dan riset.
Ke depan, ORARI bahkan menargetkan pengembangan satelit amatir Indonesia dan konektivitas repeater yang lebih luas di berbagai wilayah tanah air.
Diplomasi Radio Amatir Makin Mendunia
Di bidang hubungan luar negeri, ORARI melaporkan sejumlah langkah diplomasi yang memperkuat peran Indonesia di komunitas radio amatir dunia.
Pada Desember 2025, ORARI melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Sri Lanka untuk membahas kerja sama komunikasi kebencanaan dan pengalaman penggunaan radio amatir saat situasi darurat.
Sementara itu pada Mei 2026, ORARI melakukan pembahasan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi terkait inisiasi reciprocal agreement radio amatir dengan Uni Emirat Arab. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri melalui jalur komunikasi cadangan berbasis radio amatir.
Regenerasi Melalui ORARI Milenial
Laporan RAKERNAS juga menyoroti perkembangan program ORARI Milenial yang menjadi ujung tombak regenerasi anggota. Program ini memperkenalkan teknologi modern seperti APRS, satelit amatir, SSTV, FT8, DMR, hingga LoRa kepada generasi muda.
Selama periode kepengurusan berjalan, ORARI Milenial aktif mendukung kegiatan nasional seperti Jambore Nasional, JOTA, Raimuna Nasional, webinar edukasi, serta berbagai Special Event Station yang melibatkan operator muda dari berbagai daerah.
Data Keanggotaan dan Aktivitas Organisasi
Dari sisi administrasi keanggotaan, ORARI saat ini mencatat:
| Tingkatan | Jumlah Anggota |
|---|---|
| Siaga | 31.365 |
| Penggalang | 9.681 |
| Penegak | 4.002 |
Selain itu, minat anggota untuk mengikuti UNAR naik tingkat tetap tinggi dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.000 anggota per tahun.
Di bidang kesekretariatan, ORARI juga melaporkan peningkatan signifikan penerbitan IAR Khusus, termasuk untuk Club Station, Repeater, Dukungan Komunikasi (Dukom), JOTA, dan Special Event Station (SES), yang menunjukkan semakin tingginya aktivitas organisasi di seluruh Indonesia.
RAKERNAS ORARI 2026 Menuju ORARI yang Lebih Modern dan Mendunia
Berbagai capaian yang dipaparkan dalam Rakernas menunjukkan bahwa ORARI terus berupaya menjaga eksistensinya sebagai organisasi radio amatir yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain mempertahankan tradisi radio amatir yang telah menjadi bagian penting sejarah komunikasi Indonesia, ORARI juga terus mendorong inovasi di bidang teknologi, komunikasi darurat, pendidikan, dan kerja sama internasional.
Semangat tersebut selaras dengan slogan organisasi yang terus digaungkan dalam berbagai kegiatan: “Hormati Tradisi, Lanjutkan Inovasi, ORARI Bersatu, Berkarya, Mendunia.”
Hingga berita ini ditulis, Rakernas ORARI 2026 masih berlangsung dengan melanjutkan pembahasan berbagai agenda organisasi, termasuk evaluasi program kerja, penguatan kelembagaan, serta penyusunan langkah strategis ORARI untuk periode mendatang.(2TFB)
Ikuti perkembangan terkini lainnya melalui media sosial ORARI News agar tidak ketinggalan info-info penting lainnya.



