Jakarta – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Pusat memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi Satelit kepada jajaran staf Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas komunikasi darurat bagi para personel Kemenlu yang akan bertugas di perwakilan luar negeri.
Kegiatan Bimtek Komunikasi Satelit ini dilaksanakan atas undangan dari PUSDATIN Kemenlu kepada ORARI Pusat, sebagai organisasi yang dianggap penting dalam menyediakan bantuan komunikasi di masa krisis.

Pelatihan tahap kedua dilaksanakan pada 11 Desember 2025 di Club Station (YH0CD), Kantor Kementrian Luar Negeri RI setelah sebelumnya juga diadakan pada November 2025.
Dipimpin Langsung oleh Ketua Umum ORARI
Kesempatan ini menunjukkan keseriusan ORARI dengan dihadiri dan dipimpin langsung oleh:
- Donny Imam Priambodo ST MM (YB0DX), Ketua Umum ORARI Pusat
- Ageng Aditya (YB1BTM), Ketua Bagian Operasi (Kabak BO)
- Pangarso Dadung Nugroho (YD0DDG) Kabiro Hubungan Luar Negeri
- Dian Sofyan Nurdin (YB0IUN) Ketua ORARI Jakarta Selatan.
”Teman-teman ingin supaya dalam kondisi darurat, mereka sudah bisa sendiri untuk membuat antena dan memancar di tempat mereka berada,” ujar Ketua Umum ORARI.
Fokus pada Antena Mandiri dan Satelit
Materi yang disampaikan dalam Bimtek ini sangat praktis, berfokus pada teknik tata cara komunikasi, pengenalan peralatan, hingga teknik membuat antena sendiri, khususnya antena cross. Tujuannya adalah memastikan staf Kemenlu dapat mandiri dalam membangun sistem komunikasi radio satelit ketika di lapangan.
Pentingnya Bimtek ini ditekankan karena staf harus siap jika berada di perwakilan luar negeri dan menghadapi situasi di mana semua jaringan komunikasi, termasuk internet, terputus.
”Kita langsung planning by doing… kita berkomunikasi menggunakan satelit yang melintas di wilayah kita,” kata salah satu anggota ORARI saat pelatihan berlangsung.
Antusiasme peserta Kemenlu dilaporkan sangat tinggi, terutama setelah adanya kejadian bencana di mana komunikasi amatir radio menjadi satu-satunya jalur yang berhasil menghubungkan daerah terdampak dengan Jakarta.
Kolaborasi strategis antara ORARI dan PUSDATIN Kemenlu ini menegaskan bahwa penguasaan teknologi komunikasi amatir tetap menjadi instrumen krusial bagi ketahanan nasional dan keberlanjutan misi diplomasi. Dengan membekali para staf luar negeri melalui kemandirian teknis, Indonesia memastikan bahwa saluran komunikasi antarnegara tidak hanya bergantung pada infrastruktur modern yang rentan, tetapi juga pada keterampilan fundamental yang mampu menembus hambatan di situasi paling kritis sekalipun.(2TFB)
Sumber: Bedah Video BIMTEK di PUSDATIN KEMLU oleh Ketua Umum ORARI || PUSDATIN KEMLU https://youtu.be/ZOGVcGiH51o
Channel: Sekjend ORARI Pusat, YUSUF BUDHYANTO – YB3DY
