
Demak – Musyawarah Lokal (MUSLOK) ORARI Lokal Kabupaten Demak masa bakti 2026–2029 berlangsung di Aula SMK Sultan Fattah, Jalan Jogoloyo, Kabupaten Demak, Minggu (9/8/2026). Dalam musyawarah tersebut, Ahmad Shonhaji, YB2BPP, kembali dipercaya untuk memimpin ORARI Lokal Kabupaten Demak untuk periode kedua.
MUSLOK menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah perjalanan ORARI Lokal Demak untuk tiga tahun mendatang. Kegiatan tersebut diikuti 23 peserta, sementara ORARI Lokal Kabupaten Demak saat ini tercatat memiliki 36 anggota. Selain peserta dari ORLOK Demak, kegiatan juga dihadiri enam orang perwakilan ORARI Daerah Jawa Tengah.
Menurut Ketua Panitia, Muh Ali Ahsin, YG2BLJ, proses pemilihan berlangsung secara demokratis. Sebelumnya, tahapan menuju MUSLOK telah diawali dengan Pra-Muslok yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
“Proses pemilihan berlangsung demokratis karena memang sudah diawali dengan Pra-Muslok,” ujar Muh Ali Ahsin.
Dalam pelaksanaan MUSLOK, persidangan dipimpin oleh Susanto, YD2BBR sebagai ketua, Zaini, YD2BBJ sebagai wakil ketua, serta Nursalim, YG2BNB sebagai sekretaris.
Selain menetapkan ketua terpilih, MUSLOK juga menjadi momentum untuk mempersiapkan langkah organisasi ORARI Lokal Demak ke depan. Setelah pelaksanaan MUSLOK, diharapkan segera terbentuk kepengurusan definitif yang lengkap dengan bidang atau seksi sesuai kebutuhan organisasi.
Muh Ali Ahsin berharap kepengurusan baru dapat segera menyusun program kerja tahunan maupun program kerja tiga tahunan yang dilengkapi dengan perencanaan pembiayaan. Dengan demikian, program yang telah disusun dapat menjadi acuan bagi pengurus dalam menjalankan roda organisasi selama masa bakti 2026–2029.
“Setelah MUSLOK selesai, diharapkan secepatnya tersusun kepengurusan definitif lengkap dengan bidang-bidangnya. Selanjutnya segera dibuat program kerja tahunan dan tiga tahunan, lengkap dengan pembiayaannya, sehingga program tersebut menjadi acuan bekerja pengurus selama tiga tahun,” jelasnya.
Regenerasi Menjadi Tantangan
Salah satu perhatian penting yang mengemuka adalah persoalan regenerasi anggota. Menurut panitia, tantangan tersebut perlu mendapat perhatian serius seiring bertambahnya usia anggota senior dan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap kegiatan amatir radio.
Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya telepon pintar dan internet yang semakin mudah serta murah diakses, turut menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi amatir radio dalam menarik minat generasi muda.
Karena itu, kepengurusan ORARI Lokal Demak periode 2026–2029 diharapkan mampu menghadirkan kegiatan dan program yang lebih menarik, relevan, serta dapat memperkenalkan nilai dan manfaat amatir radio kepada generasi muda.
Bagi Ahmad Shonhaji YB2BPP, periode kepemimpinan keduanya akan menjadi kesempatan untuk melanjutkan proses konsolidasi sekaligus mengembangkan program kerja yang lebih menarik.
Pada periode kepengurusan sebelumnya, Ahmad Shonhaji disibukkan dengan proses konsolidasi anggota. Kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya anggota ORARI Demak yang sebelumnya tersebar dan bergabung dengan ORARI Lokal di sejumlah kabupaten/kota tetangga, sementara aktivitas ORARI Lokal Demak sebelumnya belum berjalan secara optimal.
Memasuki periode kedua, Ketua ORARI Lokal Demak terpilih berkomitmen untuk melaksanakan program kerja yang lebih menarik sehingga dapat meningkatkan kembali aktivitas dan keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan amatir radio.

Hasil MUSLOK ORARI Lokal Demak 2026 Ditetapkan ORARI Daerah Jawa Tengah
Usai pelaksanaan MUSLOK, hasil musyawarah tersebut kemudian ditetapkan oleh Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah, Ir. Drs. JB. Praharto, M.Eng, YB2BZ, melalui Surat Keputusan.
Penetapan tersebut sekaligus memberikan landasan organisasi bagi kepengurusan ORARI Lokal Kabupaten Demak masa bakti 2026–2029.
Melalui Surat Keputusan tersebut, Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah juga menugaskan Ahmad Shonhaji, YB2BPP, selaku Ketua ORARI Lokal Demak terpilih untuk segera menyusun kepengurusan lengkap beserta perangkat organisasi.
Penyusunan kepengurusan tersebut diberikan batas waktu paling lambat 30 hari sejak keputusan ditetapkan.
Dengan mandat tersebut, pekerjaan berikutnya bagi kepengurusan baru ORARI Lokal Demak adalah menyusun struktur organisasi, menetapkan perangkat kepengurusan, serta merancang program kerja yang dapat menjadi pedoman selama tiga tahun masa bakti.
MUSLOK ORARI Lokal Kabupaten Demak 2026–2029 dengan demikian tidak hanya menjadi momentum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat kembali konsolidasi organisasi, meningkatkan aktivitas anggota, serta membangun regenerasi amatir radio di Kabupaten Demak.
Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa ORARI Lokal Demak menjadi organisasi yang semakin aktif, terbuka terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap mempertahankan nilai-nilai dan peran amatir radio dalam mendukung komunikasi masyarakat serta kegiatan sosial dan kebencanaan.(2TFB)



