
MAGELANG – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Magelang kembali menggelar Gladi Tangguh Ubaloka IX Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas anggota Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) di bidang penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan. Mengusung tema “Tangguh Menghadapi Tantangan, Sigap Memberi Pertolongan”, kegiatan berlangsung selama lima hari, 4–8 Juli 2026, dengan pusat pelatihan di SMP Negeri 3 Kota Magelang.
Pada upacara pembukaan, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Pramuka Peduli Kwarcab Kota Magelang, Andika Kurdiangsa, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, instansi mitra, serta panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan secara sungguh-sungguh, menjaga kesehatan selama kegiatan, serta memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal dalam pengabdian kepada masyarakat melalui gugus depan maupun daerah masing-masing.
Gladi Tangguh Ubaloka IX tidak hanya diikuti peserta dari Kota Magelang, tetapi juga melibatkan anggota Pramuka dari Kota Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Purworejo. Kehadiran peserta dari berbagai daerah ini menjadi sarana mempererat jejaring relawan Pramuka sekaligus bertukar pengalaman dalam bidang pertolongan dan kebencanaan.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi teori dan praktik lapangan yang dirancang secara terpadu. Materi meliputi pengenalan keubalokaan, dinamika kelompok, navigasi darat, komunikasi SAR, teknik bertahan hidup (survival), pertolongan pertama, penilaian korban, penanganan perdarahan, Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan patah tulang, teknik pemadaman kebakaran, organisasi penanggulangan bencana, manajemen risiko, pengelolaan dapur umum, penyelamatan di ketinggian (ascending dan descending), water rescue, snake rescue, trauma healing, hingga simulasi penanggulangan bencana sebagai puncak kegiatan.
Seluruh materi disampaikan oleh instruktur dan praktisi dari berbagai instansi yang memiliki kompetensi di bidangnya.
Keberhasilan penyelenggaraan Gladi Tangguh Ubaloka IX merupakan hasil kolaborasi berbagai mitra, di antaranya UBALOKA Jawa Tengah, Unit Siaga SAR Borobudur, PMI Kota Magelang, ORARI Lokal Kota Magelang (YH2BE), Kodim 0705/Magelang, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Magelang, TAGANA Kota Magelang, BPBD Kota Magelang, serta sejumlah unsur pendukung lainnya.

Dalam kegiatan ini, ORARI Lokal Kota Magelang (YH2BE) berperan memberikan materi dan praktik Komunikasi SAR, salah satu kemampuan penting dalam mendukung operasi pencarian, pertolongan, dan penanganan bencana. Tim ORARI yang terlibat terdiri atas YC2BGO, YC2CRF, YD2APU, YD2AAM, YG2CIT, YG2CHX, dan YD2APZ.

Keterlibatan ORARI menjadi bagian dari implementasi peran radio amatir dalam mendukung komunikasi darurat, sekaligus memperkenalkan pentingnya komunikasi lapangan kepada para anggota Pramuka yang nantinya akan terjun sebagai relawan kemanusiaan.
Melalui Gladi Tangguh Ubaloka IX Tahun 2026, Kwarcab Kota Magelang berharap lahir kader-kader UBALOKA yang memiliki kompetensi, karakter, serta jiwa pengabdian yang kuat. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan selama pelatihan, dengan harapan para peserta mampu menjadi relawan Pramuka yang tangguh, sigap, dan siap memberikan pertolongan kepada masyarakat kapan pun dibutuhkan.

Kontributor: YB2KGM – Eddie Widjanarko



