BELITUNG — Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Kepulauan Bangka Belitung Lokal Belitung (YH4JL) akan menggelar kegiatan Special Event Station (SES) 8E4BDG dalam rangka memeriahkan Festival Dulang Gede Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Kegiatan SES ini menjadi bagian dari dukungan komunitas amatir radio terhadap pelestarian budaya daerah, khususnya tradisi Makan Bedulang Adat Belitung, yang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Belitung yang sarat nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada sesama.
Mengusung tema “Lestarikan Adat, Eratkan Silaturahmi, Harmoni dalam Kebersamaan”, Festival Dulang Gede dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 15 Juni 2026, sementara aktivitas Special Event Station 8E4BDG akan mengudara selama dua hari, yakni 10–11 Juni 2026 mulai pukul 03.00–15.00 UTC atau 10.00–22.00 WIB.
Ketua ORARI Lokal Belitung, Eddy Rachman – YE4FDB, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan festival budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kemampuan komunikasi radio amatir sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antaramatir radio di Indonesia maupun mancanegara.
“Kegiatan ini menjadi media promosi budaya Belitung kepada komunitas amatir radio yang lebih luas. Melalui SES 8E4BDG, kami berharap semakin banyak rekan amatir radio yang mengenal tradisi Makan Bedulang sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Belitung,” ujarnya.
Sementara itu Koordinator SES, Thamrin – YF4FFL melalui petunjuk pelaksanaan kegiatan mengajak seluruh anggota Amatir Radio dimanapun berada untuk turut berpartisipasi dalam event ini.
Dalam petunjuk pelaksanaan SES 8E4BDG akan beroperasi pada 10–11 Juni 2026 mulai pukul 03.00–15.00 UTC di beberapa band dan mode komunikasi, yaitu:
- 40 Meter (7 MHz) SSB dengan sistem frequency hunting.
- 2 Meter (145.500 MHz) FM.
Peserta yang dapat mengikuti kegiatan ini adalah seluruh anggota ORARI yang memiliki Izin Amatir Radio (IAR) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang masih berlaku, serta amatir radio internasional.
Pada saat QSO, peserta diminta melakukan pertukaran informasi berupa callsign, report sinyal (RST), dan ucapan selamat Festival Dulang Gede 2026.
Sebagai bentuk apresiasi, setiap stasiun yang berhasil melakukan kontak dengan SES 8E4BDG akan memperoleh sertifikat elektronik (eQSL) yang dapat diunduh melalui platform myQSL.id. Panitia juga menegaskan bahwa peserta tidak perlu mengirimkan kartu QSL fisik.
SES 8E4BDG Festival Dulang Gede Kabarkan Tradisi “Makan Bedulang”
Makan Bedulang merupakan tradisi makan bersama khas Belitung yang dilakukan menggunakan sebuah dulang, yaitu nampan besar berbentuk lingkaran yang berisi berbagai hidangan tradisional. Dalam pelaksanaannya, satu dulang dinikmati oleh empat orang sebagai simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat.
Tradisi ini memiliki tata cara dan etika yang kuat, mulai dari penentuan posisi duduk berd

asarkan usia, proses membuka tudung saji, hingga aturan penyajian makanan yang menekankan penghormatan kepada orang yang lebih tua.
Pada momen Hari Raya Idulfitri maupun Iduladha, Makan Bedulang menjadi sarana mempererat silaturahmi antar keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mencerminkan semangat gotong royong, kesetaraan, serta keharmonisan sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Belitung.
Melalui penyelenggaraan Special Event Station (SES) 8E4BDG Festival Dulang Gede, ORARI Lokal Belitung berharap dapat memperkenalkan kekayaan budaya daerah ini kepada komunitas amatir radio dunia sekaligus mengajak seluruh peserta untuk turut melestarikan tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Negeri Laskar Pelangi tersebut.
Bagi amatir radio yang ingin berpartisipasi, informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diperoleh melalui halaman QRZ.com/db/8E4BDG.
Sumber: Juklak SES 8E4BDG Festival Dulang Gede – ORARI Lokal Belitung.
