IARU Region 3 menetapkan 7.135 MHz sebagai frekuensi darurat pasca gempa besar Venezuela. ORARI mengimbau anggota menghindari interferensi.
BOJA, YC2TFB.NET – Komunitas amatir radio dunia kembali menunjukkan peran pentingnya dalam mendukung komunikasi saat bencana. Menyusul gempa bumi besar yang terjadi di dekat pesisir Venezuela pada 24 Juni 2026 pukul 22.04 UTC, International Amateur Radio Union (IARU) melalui IARU Region 3 mengeluarkan Emergency Communications Advisory yang meminta seluruh organisasi anggota untuk menjaga kelancaran frekuensi darurat yang sedang digunakan dalam operasi tanggap bencana.
Berdasarkan laporan awal yang diterima IARU Region 3 dari IARU Region 2, gempa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah Venezuela, termasuk ibu kota Caracas. Gangguan pasokan listrik serta terganggunya infrastruktur komunikasi normal dilaporkan terjadi di beberapa area terdampak, sehingga komunikasi darurat melalui jaringan amatir radio menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung koordinasi penanganan bencana.
Dalam pemberitahuan resmi tertanggal 25 Juni 2026, IARU Region 3 menyampaikan bahwa jaringan komunikasi darurat yang dikelola oleh Venezuelan Radio Club National Emergency Network bersama koordinator komunikasi darurat IARU Region 2 telah mengaktifkan operasi komunikasi darurat menggunakan pita HF dan berbagai moda digital untuk membantu proses respons dan koordinasi di lapangan.
Frekuensi 7.135 MHz Selama Darurat Diminta Tetap Bersih
Untuk mendukung kelancaran komunikasi darurat tersebut, IARU Region 3 meminta seluruh organisasi anggota, termasuk ORARI di Indonesia, untuk mengimbau para amatir radio agar menghindari transmisi maupun aktivitas yang dapat menimbulkan gangguan pada frekuensi 7.135 MHz (band 40 meter).
Frekuensi tersebut saat ini digunakan sebagai jalur komunikasi darurat yang berkaitan langsung dengan penanganan dampak gempa bumi di Venezuela. Oleh karena itu, para operator amatir radio di seluruh dunia diharapkan memberikan prioritas penuh kepada lalu lintas komunikasi darurat yang berlangsung pada frekuensi tersebut.
Himbauan ORARI Pusat
Menindaklanjuti pemberitahuan dari IARU Region 3, Humas ORARI Pusat, Don Mery YB1DNR, menyampaikan informasi kepada seluruh anggota ORARI agar memperhatikan dan mematuhi himbauan internasional tersebut.
“Sehubungan dengan gempa bumi besar yang melanda dekat pesisir Venezuela pada tanggal 24 Juni 2026 sekitar pukul 22.04 UTC, untuk mendukung kegiatan komunikasi darurat ini IARU Wilayah 3 dengan hormat meminta seluruh Organisasi Anggota untuk mengimbau anggotanya agar menghindari transmisi atau menyebabkan gangguan pada frekuensi darurat 7,135 MHz (band 40 meter).”
ORARI juga mengajak seluruh anggota untuk menunjukkan solidaritas kepada para korban bencana dan para relawan komunikasi darurat yang sedang bertugas di Venezuela.
Peran Penting Amatir Radio Saat Bencana
Dalam berbagai kejadian bencana besar di dunia, jaringan amatir radio sering menjadi sarana komunikasi cadangan ketika sistem telekomunikasi konvensional mengalami gangguan atau bahkan lumpuh total. Dengan kemampuan beroperasi secara mandiri menggunakan sumber daya listrik alternatif dan peralatan portabel, stasiun amatir radio mampu membantu penyampaian informasi penting, koordinasi logistik, hingga komunikasi antarwilayah terdampak.
Karena itu, menjaga frekuensi darurat tetap bebas dari gangguan merupakan bagian dari etika dan tanggung jawab setiap operator amatir radio internasional.
Ajakan untuk Seluruh Amatir Radio Indonesia
YC2TFB.NET mengajak seluruh anggota ORARI dan komunitas amatir radio Indonesia untuk:
- Menghindari penggunaan frekuensi 7.135 MHz selama operasi darurat masih berlangsung.
- Memantau informasi resmi dari ORARI dan IARU terkait perkembangan situasi.
- Memberikan prioritas penuh kepada komunikasi darurat internasional.
- Menjaga disiplin operasional sesuai ketentuan dan etika amatir radio.
Solidaritas antaramatir radio tidak mengenal batas negara. Dukungan sederhana berupa menjaga kebersihan frekuensi dapat memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan komunikasi darurat dan upaya penyelamatan jiwa di wilayah terdampak bencana.
BERSATU BERKARYA MENDUNIA
Redaksi YC2TFB.NET
25 Juni 2026
