PEMALANG, yc2tfb.net – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kabupaten Pemalang turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Slamet yang digelar pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Pulosari dan diselenggarakan oleh BPBD Kabupaten Pemalang.
Rakor tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pemalang, Kepala Bidang BPBD, Camat Pulosari, tim PVMBG Pos Pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Permades, Dinas Sosial, serta para kepala desa se-Kecamatan Pulosari.
Wakil Ketua ORARI Lokal Kabupaten Pemalang, YD2KFP Dwi Sulistyawan, menyampaikan bahwa kehadiran ORARI dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kesiapsiagaan bencana, khususnya pada sektor komunikasi darurat.
Dalam rapat tersebut, Kalak BPBD menekankan pentingnya menyamakan persepsi antar instansi terkait, termasuk terkait jalur evakuasi, kesiapan sarana pendukung, kelengkapan data, serta kesiapan sarana dan prasarana (sarpas).
Sementara itu, pihak PVMBG memaparkan perkembangan terkini aktivitas Gunung Slamet serta cakupan wilayah yang berpotensi terdampak jika terjadi erupsi. Di sisi lain, DPU Kabupaten Pemalang menyoroti kesiapan jalur evakuasi, termasuk beberapa titik yang masih membutuhkan perbaikan dan penyesuaian lebar jalan.

ORARI sendiri menegaskan kesiapan dalam mendukung komunikasi darurat. “Kami menyiapkan perangkat komunikasi hingga tingkat dusun, membangun jaringan emergency communication, serta mendorong adanya pelatihan dan simulasi komunikasi darurat,” ungkap YD2KFP.
Sebagai tindak lanjut, hasil Rakor Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Slamet akan diwujudkan dalam beberapa langkah konkret, antara lain pengecekan jalur evakuasi, penentuan titik pengungsian beserta sarana prasarana pendukung, hingga pelaksanaan simulasi kebencanaan baik simulasi kering maupun simulasi basah.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan lanjutan juga telah disusun. Pada Kamis mendatang dijadwalkan rapat bersama PVMBG di Banyumas, dilanjutkan peninjauan jalur evakuasi pada Jumat, serta simulasi kering pada Minggu. Di waktu yang sama, ORARI juga akan berpartisipasi dalam kegiatan Halal Bihalal (HBH) Potensi SAR di Kudus pada akhir pekan.
YD2KFP menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor terus dilakukan hingga beberapa hari ke depan guna memastikan seluruh unsur siap menghadapi potensi bencana erupsi Gunung Slamet.
Selain itu, ORARI Pemalang juga berencana melakukan koordinasi dengan Balai Monitoring (Balmon) Semarang sebagai persiapan kegiatan komunikasi darurat yang direncanakan pada bulan depan.
Dengan sinergi lintas instansi ini, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Slamet dapat berjalan optimal, terutama dalam aspek komunikasi yang menjadi kunci utama saat kondisi darurat.
Sumber: YD2KFP Dwi Sulistyawan
Eksplorasi konten lain dari YC2TFB
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
