Setiap tanggal 18 April, sekitar 3 juta operator radio amatir di seluruh dunia ikut meramaikan udara untuk merayakan World Amateur Radio Day (Hari Radio Amatir Internasional). Mereka yang tergabung dalam komunitas ini—sering disebut ham radio—memanfaatkan momen ini untuk berbagi pengetahuan sekaligus menunjukkan serunya dunia radio amatir.
Sepanjang hari, para anggota klub radio amatir biasanya mengadakan demo dan diskusi. Topiknya beragam, mulai dari kemampuan perangkat radio, pengalaman komunikasi jarak jauh, hingga peran penting mereka dalam kegiatan sosial. Nggak main-main, kontribusi mereka bisa mencakup dukungan komunikasi saat acara lokal seperti pawai, sampai membantu saat terjadi bencana alam.
Kenapa Radio Amatir Masih Penting?
Di era internet dan smartphone seperti sekarang, radio amatir tetap punya tempat spesial. Alasannya sederhana: tidak bergantung pada jaringan seluler atau internet. Jadi ketika semua sistem komunikasi modern lumpuh, radio amatir justru jadi andalan.
Contohnya, saat tragedi 9/11 di New York, layanan radio amatir membantu menjaga komunikasi antarinstansi ketika pusat komando hancur. Begitu juga saat Badai Katrina, ketika hampir semua jaringan komunikasi gagal, radio amatir hadir sebagai penyelamat.
Contoh lain di Indonesia misalnya saat terjadi bencana Tsunami di Aceh tahun 2004, Gempa bumi di Sulawesi, Banjir dan longsor di Aceh dan masih banyak yang lainnya.
Awal Mula di Tahun 1920-an
Kalau ditarik ke belakang, radio amatir punya sejarah panjang. Di awal tahun 1920-an, para eksperimen radio menemukan bahwa gelombang pendek (shortwave) yang dulu dianggap tidak berguna ternyata bisa dipakai untuk komunikasi jarak jauh, bahkan lintas dunia.
Menariknya lagi, istilah “ham radio” punya cerita unik. Dulu, operator radio profesional sering merasa terganggu oleh sinyal radio amatir yang dianggap “mengacaukan” komunikasi. Mereka menyebutnya dengan istilah “hams” sebagai sindiran.
Namun, para operator amatir justru “mengambil alih” istilah tersebut dan menjadikannya identitas mereka sendiri. Seiring waktu, makna ejekan itu hilang, dan kini “ham radio” justru jadi sebutan yang membanggakan.
Cara Ikut MerayakanWorld Amateur Radio Day
Perayaan World Amateur Radio Day (Hari Radio Amatir Internasional) ini biasanya para amatir radio melakukan dengan cara sederhana tapi bermakna: on air! Para operator dari berbagai negara saling menyapa lewat frekuensi radio, membangun persahabatan tanpa batas.
Di media sosial, perayaan ini juga bisa diramaikan dengan tagar #InternationalAmateurRadioDay.
Sejarah Singkat perayaan World Amateur Radio Day
Tanggal 18 April dipilih sebagai perayaan World Amateur Radio Day karena pada hari itulah, tahun 1925, berdiri organisasi dunia radio amatir yaitu International Amateur Radio Union (IARU) di Paris. Sejak saat itu, hari ini menjadi momen untuk menunjukkan kemampuan radio amatir kepada publik sekaligus mempererat persahabatan antar operator di seluruh dunia.
Radio amatir bukan sekadar hobi. Di balik suara yang melintas di udara, ada semangat berbagi, solidaritas, dan kesiapsiagaan yang bisa jadi penolong saat dunia sedang tidak baik-baik saja.(2TFB)
Eksplorasi konten lain dari YC2TFB
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
