BANTEN – Menegaskan komitmen dalam aksi kemanusiaan dan kebencanaan, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berpartisipasi dalam Jambore Potensi SAR 2026.
Perhelatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam rangka memperingati Hari Bhakti ke-54 Basarnas.
Bertempat di kawasan Green Belt, PIK 2, Banten, kegiatan yang berlangsung mulai 13 hingga 16 Februari 2026 ini mengusung misi penguatan koordinasi antar-relawan di seluruh Indonesia.
Delegasi ORARI: Garda Terdepan Komunikasi Radio
Dalam mendukung kelancaran koordinasi di lapangan, ORARI Pusat menugaskan tim yang dipimpin langsung oleh Kabag Operasi, OM Ageng Aditya (YB1BTM), bersama jajaran anggota kompeten lainnya:
- Haris Sukandar – YC1AMB
- Nida Luthfyana – YD0BOJ
- Muhammad Rafi Noersal C. – YD0BWH
- Sanjaya – YE1BUS
- Suhendra Heriyanto – YD1RAZ
- Johansyah – YC1RYV

Agenda Strategis: Dari Kompetisi hingga “Character Building”
Jambore ini diikuti oleh sekitar 400 relawan dari berbagai unsur organisasi. Selama kegiatan, para peserta tidak hanya berkumpul, tetapi juga ditempa melalui serangkaian agenda intensif:
- SAR Challenge: Kompetisi water rescue untuk menguji ketangkasan fisik dan teknik penyelamatan.
- Workshop & Diskusi Strategis: Pemantapan peran Potensi SAR dalam sistem pertolongan nasional
- Pameran SAR & Fun Run: Sarana sosialisasi teknologi penyelamatan terbaru kepada masyarakat.
- Character Building: Memperkuat jiwa korsa dan mentalitas relawan di medan darurat.
“Mari jadikan Jambore Potensi SAR 2026 sebagai tonggak lahirnya insan-insan SAR yang profesional, modern, teruji, dan solid dalam mengemban tugas kemanusiaan,” tegas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Kepala Basarnas dalam sambutannya.
Peran Vital Amatir Radio dalam Operasi SAR
Keterlibatan ORARI dalam jambore ini bukan sekadar partisipasi formal. Dalam setiap operasi SAR, komunikasi darurat adalah tulang punggung keberhasilan evakuasi. Saat infrastruktur komunikasi komersial (seluler) lumpuh akibat bencana, frekuensi amatir radio menjadi jalur utama untuk pertukaran informasi darurat (Emergency Communication).
Dengan partisipasi ini, diharapkan anggota ORARI semakin mahir dalam mengintegrasikan perangkat radio komunikasi dengan prosedur standar operasi pencarian dan pertolongan yang ditetapkan Basarnas.
Sumber: HUMAS – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Pusat, Don Mery (YB1DNR)
